SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan apresiasi tinggi kepada Bank BPRS Bhakti Sumekar atas konsistensinya merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan cermin nyata persatuan dan kesatuan yang telah mengakar di tubuh BPRS Bhakti Sumekar.

“Merayakan kemerdekaan RI menunjukkan bahwa di dalam jiwa Bank BPRS Bhakti Sumekar ada semangat persatuan dan kesatuan. Itulah yang paling berharga,” ujar Bupati Fauzi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kemampuan berpikir cepat dan adaptif dalam menghadapi tantangan, sebagaimana dicontohkan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Menurutnya, kekuatan sebuah lembaga tidak semata diukur dari nama besar atau kapasitas finansial, melainkan pada ketajaman membaca situasi dan kecepatan merespons perubahan.

“Kalau kita berhenti berpikir, itu pertanda kita kalah. Kekalahan bukan soal besar nama atau besar modal, melainkan seberapa cepat kita menyesuaikan diri dengan keadaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzi juga mendorong jajaran BPRS Bhakti Sumekar untuk percaya diri bersaing dengan kompetitor, termasuk bank-bank besar lainnya. Ia menekankan bahwa semangat juang harus diwujudkan, bukan hanya di lingkungan internal, tetapi juga dalam menghadapi tantangan eksternal.

“Jangan hanya berani di kandang sendiri. Saya khawatir kalau hanya berani di BPRS saja. Harus percaya diri, jangan gentar bersaing, bahkan dengan Bank Jatim sekalipun,” pesannya.

Di penghujung sambutan, Bupati Fauzi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran BPRS Bhakti Sumekar atas komitmen yang terus ditunjukkan dalam mengabdi kepada masyarakat. Ia berharap semangat perjuangan tetap menyala dalam setiap langkah pengabdian.

“Sesakit apapun, jiwanya harus tetap kuat untuk mengabdi bagi bangsa dan negara. Itulah simbol perjuangan sejati,” pungkasnya.