Pamekasan, DinamikaPos – Dugaan tindak pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Pamekasan, Dugaan sementara korban pelecehan lebih dari satu orang, Pelaku seorang oknum guru di MTsN 2 Pamekasan.
Oknum guru tersebut diketahui berstatus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, berinisial AHY, dan mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Menurut informasi yang di terima, saat ini oknum guru tersebut sudah tidak lagi mengajar di MTsN 2 Pamekasan dan alih tugaskan ke Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.
Dugaan itu mencuat kembali setelah salah satu korban mengabarkan untuk bertemu dan siap memberi pengakuan dan ternyata korban lebih dari satu orang . Salah satu korban berinisial IN menuturkan, terduga pelaku diduga menjalankan aksinya dengan berbagai modus, di antaranya mengancam nilai pelajaran serta meng iming-imingi memberikan uang kepada korban.
Menurut pengakuan korban kepada jurnalis media DinamikaPos, menyampaikan, bahwa peristiwa tersebut terjadi di beberapa lokasi, antara lain mushola sekolah, kamar mandi, di dalam tenda saat berkemah dan di rumah pelaku terduga AHY.
“Kami sempat melaporkan kepada wali kelas agar ditindaklanjuti ke kepala sekolah, tetapi respons yang kami terima hanya sebatas teguran, tanpa tindakan tegas,” ujar salah satu korban.
Korban mengaku mengalami trauma yang sangat berat terkait apa yang di alami. Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar memberikan efek jera.
“Korban ada sekitar lima siswa. Kami berharap pelaku mendapat tindakan setimpal, karena sebagai pendidik seharusnya memberi contoh yang baik, bukan melakukan perbuatan tidak pantas kepada siswa,” ujar korban.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Mawardi, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp tidak merespon terkait dugaan pelecehan seksual yang korbannya bertambah tidak hanya satu orang.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala MTsN 2 Pamekasan Sholeh Suaidi belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kasus tersebut, Kepsek Mts 2 Pamekasan terkesan menghindar saat ingin di temui oleh salah satu wartawan.
