Pamekasan, DINAMIKAPOS – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As- Salman di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, mendapat sorotan dari masyarakat pada hari Senin (26/05/2026).
Sejumlah wali murid dan penerima manfaat mengeluhkan menu makanan yang dinilai tidak sesuai dengan standar serta anggaran yang telah ditetapkan.
Salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan bahwa program MBG sangat membantu masyarakat, namun pelaksanaannya perlu pengawasan lebih serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa.
“Kami mendukung program MBG karena sangat membantu anak-anak. Tetapi kualitas menu juga harus diperhatikan supaya anak-anak mau makan dan gizinya terpenuhi,” ujarnya.
Keluhan tersebut muncul karena menu yang diterima dianggap tidak sebanding dengan nilai anggaran per porsi. Beberapa warga menilai kualitas makanan, variasi menu, hingga penyajian masih jauh dari harapan.
Selain itu, terdapat kritik mengenai dugaan ketidaksesuaian harga bahan makanan dengan nominal biaya program yang disebut mencapai sekitar Rp10 ribu per porsi.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPPG As-Salman Durbuk dapat lebih transparan terkait penggunaan anggaran program MBG serta melakukan evaluasi terhadap kualitas menu yang diberikan kepada siswa.
Mereka meminta agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah benar-benar dijalankan secara maksimal dan sesuai standar kesehatan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan terbaru tersebut dan belum mendapatkan penjelasan yang pasti saat di hubungi melalui via WhatsApp.
Namun publik berharap adanya pengawasan lebih ketat agar pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pamekasan berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
