Pamekasan — Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan berlangsung meriah sekaligus mencatat sejarah. Kegiatan senam massal “Anak Indonesia Hebat” yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamellingan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan melibatkan sebanyak 24.144 siswa dari seluruh penjuru kabupaten.
Acara yang turut dihadiri langsung oleh jajaran Kementerian Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini awalnya dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB. Namun, pelaksanaannya mengalami keterlambatan hingga matahari mulai terik menyengat.
Sejak subuh, para siswa sudah bersiap dan berangkat menuju lokasi demi menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut. Antusiasme tinggi terlihat saat ribuan peserta memadati area stadion sebelum kedatangan para pejabat pemerintah dan menteri.
Namun, kondisi cuaca yang semakin panas berdampak pada fisik para peserta. Beberapa menit setelah senam dimulai, sejumlah siswa dilaporkan mulai berjatuhan akibat kepanasan dan kelelahan.
Salah satu peserta berinisial NA bahkan harus terkapar di lokasi. Saat ditanya, ia mengaku belum sempat sarapan sebelum berangkat.
“Belum sarapan kak, karena buru-buru berangkat ikut senam, takut tidak ikut,” ujarnya lemah.
Meski diwarnai insiden tersebut, Menteri Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam sambutannya tetap menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
“Kami juga menyampaikan selamat kepada bapak bupati, atas penganugerahan dan capaian meseum rekor indonesia. Pemecahan rekor senam anak indonesia hebat yang tadi pak bupati menyebut nomernya, nomer cantik. 24.114 peserta” ucapnya
Bapak menteri menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.
“Dalam program-program bapak presiden berkaitan langsung dengan bagaimana kita menciptakan generasi yang unggul, generasi yang hebat melalui pendidikan kesehatan dan program-program teknologi”lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Mu’ti juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Meski sukses mencetak rekor nasional, kejadian peserta yang berjatuhan menjadi catatan penting bagi penyelenggara agar lebih memperhatikan kesiapan teknis dan kondisi peserta dalam kegiatan berskala besar ke depan.
