Malang, DINAMIKAPOS – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan silaturahmi Pengurus Daerah (PD) Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur yang digelar pada Sabtu (20/6) di RM Kantri, Singosari, Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh sembilan Pengurus Cabang (PC) PARFI se-Jawa Timur serta jajaran pengurus daerah.
Momentum istimewa hadir dengan keikutsertaan mantan Ketua PARFI Jatim periode 1990–1994, Imawan Mashuri, yang kini menjabat sebagai penasehat. Dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis, ia mendorong para sineas daerah untuk berani mengangkat kearifan lokal (local wisdom) menjadi karya film yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Angkatlah kisah sejarah dari daerah masing-masing. Misalnya Arema, dikemas dengan sentuhan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Saya yakin, penontonnya akan sangat besar,” ujar Imawan.
Tokoh yang mengawali kariernya sebagai wartawan Jawa Pos ini juga membagikan strategi dalam mencari pendanaan produksi film daerah. Menurutnya, pendekatan berbasis sejarah dan budaya lokal dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.
“Jika kita mengangkat sejarah kedaerahan, kepala daerah biasanya lebih terbuka untuk membantu pendanaan,” tegasnya.
Suasana haru turut mewarnai acara saat salah satu anggota PARFI, Ari Merdeka, menyerahkan bukunya berjudul “Ari si Anak Poligami” kepada Ketua PARFI Jatim, Wira Lina. Dengan penuh emosi, Ari berharap kisah hidupnya yang ditulis selama dua tahun itu dapat diangkat ke layar lebar.
“InsyaAllah, Pak,” jawab Wira Lina sambil mengamati novel setebal 400 halaman tersebut.
Dalam forum ini juga dibahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan administrasi organisasi, konsolidasi kepengurusan, hingga peningkatan koordinasi antara PD dan PC PARFI se-Jawa Timur.
Wira Lina menegaskan pentingnya peran organisasi dalam mewadahi sineas lokal, khususnya di tengah pesatnya perkembangan film pendek di berbagai daerah.
“Ini adalah aset besar yang harus kita arahkan dan kembangkan bersama,” ujar artis yang telah membintangi lebih dari 100 judul film televisi dan layar lebar tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa pada masa lalu, untuk menjadi bagian dari PARFI, seseorang harus melalui proses panjang sebagai pemain film yang diawali dengan pelatihan. Nilai profesionalisme ini, menurutnya, perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga diberikan piagam penghargaan kepada para Ketua PC PARFI yang hadir dan aktif mendukung program organisasi. Penghargaan khusus diberikan kepada Penasehat Imawan Mashuri atas dedikasi, perhatian, serta kontribusinya dalam memperkuat PARFI Jawa Timur.
Menutup kegiatan, Wira Lina menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi.
“Ini adalah ruang untuk menyatukan visi, memperkuat komunikasi, dan membangun sinergi. Dengan kebersamaan, kita bisa membawa PARFI Jawa Timur semakin maju, aktif, dan solid dalam menggerakkan industri film daerah,” pungkasnya.
Semangat kolaborasi, keberanian mengangkat kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci bagi kebangkitan film daerah menuju panggung nasional bahkan internasional.
