Pamekasan,DINAMIKAPOS – Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul melakukan kunjungan kerja ke kampus Universitas Islam Negeri Madura pada Minggu (10/5/2026). Kunjungan tersebut diwarnai aksi penolakan dari sejumlah pemuda dan mahasiswa di depan pintu masuk kampus.

Aksi penolakan ini berkaitan dengan dugaan mark up anggaran pengadaan sepatu dalam program Sekolah Rakyat yang sebelumnya mencuat di publik. Sejumlah massa menilai anggaran yang mencapai Rp27 miliar untuk pengadaan sepatu bagi siswa dinilai tidak masuk akal dan kurang transparan.

Salah satu pemuda Pamekasan berinisial SA yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa kedatangan Menteri Sosial patut dipertanyakan di tengah isu yang berkembang.

“Menteri Sosial Gus Ipul dalam melakukan kunjungan kerja ke kampus UIN Madura di Pamekasan patut untuk kami tolak, karena berkaitan dengan dugaan mark up anggaran yang fantastis dan terkesan tidak masuk akal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat sejatinya merupakan langkah positif pemerintah dalam memajukan pendidikan. Namun, menurutnya, dugaan penyimpangan anggaran justru mencoreng tujuan mulia tersebut.

“Kami sangat menyayangkan program yang memiliki maksud baik untuk rakyat malah sarat adanya dugaan praktik tindak pidana dalam pengadaan keperluan sepatu rakyat,” sambungnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Saifullah Yusuf dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. Selain itu, mereka juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memeriksa dan menangkap Gus Ipul terkait dugaan penggelembungan anggaran tersebut.

Meski diwarnai aksi penolakan, rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Sosial di UIN Madura tetap berlangsung dan berjalan sebagaimana mestinya dengan pengamanan dari aparat setempat.