Jombang,dinamikapos.com-Dilingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Husada Jombang kembali menjadi perhatian publik. Melalui pesan singkat Instagram dari akun @putriindrni, yang disebut sebagai Sekretaris BEM SHJ, disampaikan bahwa “tidak semua harus dipublikasikan” sebagai respons atas ramainya pembahasan di media sosial mengenai kepemimpinan Presiden BEM SHJ.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian mahasiswa terhadap pelaksanaan program kerja dan jalannya organisasi kemahasiswaan (29/06/2026).
Perbincangan di media sosial, khususnya Instagram, dipicu oleh unggahan dan komentar sejumlah mahasiswa yang mempertanyakan sikap serta tanggung jawab Presiden BEM SHJ. Para mahasiswa menduga Presiden BEM belum menjalankan roda organisasi sebagaimana yang diharapkan. Selain itu, respons yang diberikan melalui media sosial dinilai oleh sebagian warganet lebih bernuansa candaan, sehingga dianggap tidak mencerminkan etika seorang pemimpin organisasi mahasiswa yang dipandang sebagai teladan di lingkungan kampus.
Sejumlah mahasiswa kemudian menyampaikan tuntutan agar Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai realisasi janji kampanye, visi, misi, serta program kerja yang sebelumnya disampaikan saat proses pemilihan. Menurut mereka, berbagai program yang dijanjikan belum terlihat pelaksanaannya secara nyata, sehingga muncul pertanyaan mengenai akuntabilitas kepengurusan BEM SHJ selama masa jabatan yang sedang berjalan.
Hingga rilis ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari Presiden maupun Wakil Presiden BEM SHJ yang secara khusus menanggapi berbagai kritik dan tuntutan tersebut. Mahasiswa berharap adanya komunikasi yang terbuka, klarifikasi, serta penyampaian laporan perkembangan program kerja agar kepercayaan civitas akademika terhadap organisasi kemahasiswaan tetap terjaga. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan kepemimpinan organisasi mahasiswa.
