PAMEKASAN,- Gelaran Pamekasan Ethno Vaganza 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 yang akan digelar pada 24 Oktober 2026 menuai sorotan publik.
Pasalnya, harga tiket acara yang diklaim sebagai pesta rakyat itu dibanderol dengan harga fantastis. Berdasarkan foto tiket yang beredar, tiket VIP dijual seharga Rp150.000 dan tiket Reguler seharga Rp75.000.
Harga tersebut dinilai terlalu mahal dan memberatkan masyarakat Pamekasan yang ingin merayakan hari jadi kotanya sendiri.
“Ini ironis. Katanya dalam rangka Hari Jadi Pamekasan ke-496, tapi rakyatnya sendiri harus bayar mahal untuk menonton. Seharusnya ini gratis untuk rakyat, karena anggarannya dari APBD,” tegas Sipul, Aktivis Forum Kajian Kebijakan Publik (FKKP) Pamekasan.
Ia mempertanyakan sumber pendanaan acara tersebut. Jika acara itu dibiayai oleh APBD Kabupaten Pamekasan 2026, maka tidak seharusnya panitia menarik tiket semahal itu.
“Kalau APBD, lalu tiket Rp150 ribu itu masuk kemana? Harus ada transparansi. Jangan sampai Hari Jadi dijadikan ajang bisnis. Rakyat Pamekasan mau nonton pesta kotanya sendiri kok disuruh bayar mahal,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait mahalnya harga tiket dan kemana aliran dana tiket tersebut.
Publik kini menanti kejelasan, apakah Pamekasan Ethno Vaganza ini benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk mereka yang mampu beli tiket.
