Pamekasan, DINAMIKAPOS — Momen tak lazim terjadi dalam rapat paripurna di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang digelar pada Februari lalu. Salah satu kepala dinas (kadis) terlihat tertidur saat rapat tengah berlangsung, memicu perhatian dan perbincangan luas di tengah masyarakat.

Dalam forum resmi yang seharusnya menjadi ruang strategis untuk membahas kebijakan dan arah pembangunan daerah, suasana justru diwarnai kejadian yang dinilai kurang pantas.

Kadis tersebut tampak anteng dengan posisi duduk bersandar, seolah menikmati tidurnya di tengah jalannya agenda rapat. Sementara itu, peserta lain terlihat serius mengikuti pembahasan yang sedang berlangsung.

Rapat paripurna sendiri merupakan forum penting yang biasanya dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, anggota legislatif, serta pihak terkait lainnya. Agenda yang dibahas umumnya menyangkut kepentingan publik, mulai dari evaluasi program kerja hingga penetapan kebijakan strategis. Karena itu, kehadiran dan keseriusan peserta rapat menjadi hal yang sangat diperhatikan.

Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan, terlebih setelah dokumentasi momen tersebut beredar dan diperbincangkan oleh masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa sikap tersebut mencerminkan kurangnya profesionalitas sebagai pejabat publik yang seharusnya memberikan contoh baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Saat dimintai tanggapan terkait kejadian tersebut, Bupati Pamekasan memberikan respons singkat.

“Mungkin sedang ngantuk,” ujarnya.

Selain itu, seorang narasumber internal yang enggan disebutkan namanya turut memberikan pandangannya. Ia menyayangkan kejadian tersebut terjadi dalam forum resmi pemerintahan.

“Kalau memang lelah, seharusnya tetap bisa menjaga sikap. Ini kan forum penting, apalagi rapat paripurna. Publik pasti menilai,” ujarnya.

Narasumber tersebut juga menilai bahwa kejadian ini seharusnya menjadi bahan evaluasi internal, agar ke depan seluruh pejabat lebih disiplin dan menghargai forum resmi.

“Bukan soal siapa orangnya, tapi ini soal etika dan tanggung jawab. Harus ada pengingat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang lebih moderat. Beberapa pihak menilai bahwa faktor kelelahan akibat padatnya aktivitas kerja bisa saja menjadi penyebab, meskipun tetap tidak bisa dijadikan pembenaran sepenuhnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas kadis yang dimaksud maupun langkah tindak lanjut dari pihak pemerintah daerah. Belum diketahui apakah akan ada teguran atau evaluasi khusus terkait insiden tersebut.

Kejadian ini pun menjadi pengingat pentingnya menjaga etika, kedisiplinan, dan profesionalitas dalam setiap forum resmi pemerintahan. Sebagai pelayan publik, para pejabat diharapkan mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diemban.