Pamekasan, DINAMIKAPOS – Sikap Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Pamekasan menuai sorotan. Pasalnya, yang bersangkutan terkesan menghindari wawancara dengan awak media saat dimintai keterangan terkait berbagai persoalan operasional di lapangan.

Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah jurnalis tidak membuahkan hasil maksimal. Korwil SPPG Pamekasan hanya memberikan jawaban singkat dan cenderung normatif saat ditanya mengenai keberadaan kantor operasionalnya.

“Kantor saya di semua dapur SPPG Pamekasan,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya di kalangan berbagai pihak. Jawaban itu dinilai janggal dan tidak memberikan kejelasan administratif, terutama bagi pihak yang ingin melakukan koordinasi, konfirmasi, maupun pelaporan terkait catatan yang terjadi di sejumlah dapur SPPG di wilayah Pamekasan.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, transparansi dan keterbukaan informasi sangat dibutuhkan, mengingat peran SPPG yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Ketidakjelasan terkait pusat koordinasi dinilai berpotensi menyulitkan pengawasan serta evaluasi kinerja di lapangan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa sikap tertutup tersebut dapat memicu spekulasi di tengah masyarakat.

“Seharusnya ada kejelasan kantor atau pusat koordinasi. Kalau seperti ini, publik jadi kesulitan untuk menyampaikan aduan atau sekadar meminta klarifikasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil SPPG Pamekasan belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait alasan enggan diwawancarai maupun kejelasan struktur dan sistem koordinasi yang dimaksud.