SUMENEP, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) justru tampil dengan langkah konkret dan progresif. Salah satu buktinya adalah pelaksanaan kegiatan Koordinasi Program Kesling dan Sosialisasi Teknis Pelaksanaan SKAMRT (Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga) Tahun 2025, yang digelar di Hotel De Baghraf, pada (24 Juli 2025 ).

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menegaskan pentingnya peran sanitarian sebagai garda terdepan dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan. Pihaknya sangat serius dalam membangun kualitas layanan primer.

“Melalui penguatan kapasitas petugas di lapangan, kami ingin memastikan bahwa program kesehatan lingkungan tidak hanya berjalan, tapi berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurut drg. Ellya, SKAMRT menjadi instrumen penting untuk memetakan dan memperbaiki kualitas air minum rumah tangga.

Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan pengabdian, Dinkes P2KB Sumenep kembali membuktikan diri sebagai instansi yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam hal pencegahan dan promotif kesehatan berbasis lingkungan.

“Air yang aman adalah hak dasar masyarakat. Dengan data surveilans yang akurat, kita bisa intervensi lebih tepat,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh petugas sanitarian dan penanggung jawab kesehatan lingkungan dari puskesmas se-Kabupaten Sumenep, dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Fokus kegiatan adalah peningkatan kapasitas SDM dalam program Kesling dan pelaksanaan SKAMRT sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.