SUMENEPUniversitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menegaskan diri sebagai kampus visioner yang berpihak pada pengembangan potensi mahasiswa.

Lewat kegiatan Stadium General Kewirausahaan bertema “Membangun Start-Up Berbasis Solusi Sosial: Kolaborasi Mahasiswa Menuju Wirausaha Berdampak”, UNIBA Madura membuka cakrawala baru dalam dunia pendidikan tinggi di Madura.

Acara bergengsi yang digelar di Aula Pesantren UNIBA Madura ini diikuti oleh sekitar 700 mahasiswa lintas program studi, dan menjadi bagian integral dari Integrative Collaboration Program (ICP)—program unggulan kampus yang memadukan pembelajaran teori dan praktik kewirausahaan secara langsung.

Tak sekadar seminar, kegiatan ini juga menampilkan bazar produk-produk inovatif karya mahasiswa, menandakan bahwa semangat berwirausaha di UNIBA bukan hanya wacana, tapi sudah tumbuh dan bergerak nyata.

Perwakilan dari Kelompok Unit Perusahaan (KUP) dan Program Jaringan Unit Rakyat (POJUR) turut memeriahkan acara, menambah semangat kolaboratif antarlembaga di dalam kampus.

Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menyampaikan bahwa acara ini adalah bagian dari visi besar UNIBA untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi siap menciptakan lapangan kerja.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya mengejar ijazah. Kami ingin mereka punya mindset sebagai pencipta, inovator, dan penggerak perubahan,” tegas Prof. Rachmad, kepada dinamikapos.com.

Ia menjelaskan bahwa melalui ICP, mahasiswa dibimbing untuk merintis usaha dari nol: mulai dari pengurusan legalitas, pemilihan produk, perencanaan pemasaran, hingga pengelolaan laporan keuangan.

Kegiatan ini mempertegas posisi UNIBA Madura sebagai kampus pencetak wirausahawan sosial di Madura—tempat tumbuhnya gagasan, inovasi, dan komitmen membangun negeri dari daerah.

“Kami yakin, dari kampus ini akan lahir para pengusaha muda yang membawa dampak, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Rachmad.

UNIBA Madura juga menghadirkan tokoh inspiratif Madura, Prof. Achsanul Qosasi, Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary. Dalam sesi pemaparannya, Prof. AQ memberikan suntikan motivasi yang kuat tentang pentingnya keberanian dalam berwirausaha.

“Jangan tunggu sempurna baru memulai. Sukses tidak datang dari modal besar, tapi dari ide besar dan ketekunan. Jangan takut gagal, takutlah jika tidak pernah mencoba,” ujar Prof. AQ, disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Kehadiran Prof. AQ menjadi penegas bahwa UNIBA Madura bukan hanya mendidik, tetapi juga menghadirkan teladan nyata bagi mahasiswanya.