PAMEKASAN — Suasana Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Sabtu (29/11/2025) malam terasa berbeda. BM Billiards & Cafe akhirnya resmi mengaspal di Jalan Raya Pamekasan, membawa visi besar untuk dunia olahraga bilyard Madura sekaligus membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Mohammad Rofiki atau akrab disapa Bos Fiki ini berdiri bukan sekadar ruang hiburan. Ada dua misi utama yang diusung: mencetak bibit atlet biliar muda Madura dan menyerap tenaga kerja di Kabupaten Pamekasan.
Saat ini, BM Billiards & Cafe mempekerjakan 40 orang, seluruhnya warga lokal. Arena tersebut dilengkapi 18 meja billiards reguler dan satu meja VIP. Dalam beberapa hari ke depan, pengunjung bisa menikmati promo satu jam bermain gratis.
“Dari tempat ini, kami ingin lahir bibit-bibit unggul atlet billiar dari Pamekasan dan Madura,” terang Bos Fiki. Ia menegaskan, sejak awal dirinya ingin usaha ini menjadi ruang pembinaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Ini bagian dari niat kami, membuka dan menyerap tenaga kerja,” tambahnya.
Opening BM Billiards & Cafe makin meriah dengan hadirnya penyanyi Adlani Rambe yang didatangkan langsung dari Yogyakarta sebagai guest star. Suaranya yang khas membakar semangat para pengunjung di malam pembukaan.
Acara tersebut juga dihadiri Bos BM, H. Khairul Uman atau H. Her, yang dikenal dengan julukan Sultan Madura. Ia mengapresiasi kehadiran arena billiards baru ini dan berharap kelak mampu melahirkan atlet nasional dari bumi Madura.
“Semoga mampu menerbitkan atlet-atlet profesional yang bisa mewarnai di tingkat nasional,” harapnya. Ia juga menegaskan bahwa usaha seperti ini sangat signifikan dalam upaya menekan angka pengangguran. “Semoga bisa mengurangi angka pengangguran di Bumi Gerbang Salam,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, H. Her dan Bos Fiki juga menyalurkan santunan kepada 41 anak yatim serta bantuan uang tunai kepada pemain Persam Madura, Robby Ansalni.
Dengan konsep pembinaan atlet sekaligus pemberdayaan tenaga kerja lokal, BM Billiards & Cafe datang bukan hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga ruang lahirnya harapan baru bagi anak muda Madura.
