PAMEKASAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Dapur SPPG Kangenan di bawah Yayasan Daya Bhakti Persada Pamekasan kembali menuai sorotan.

Setelah sebelumnya guru TK dan SD mengeluhkan porsi serta menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran, kini sejumlah wali murid juga ikut bereaksi.

Seorang wali murid berinisial I, warga Kelurahan Kangenan, mengaku kecewa dengan pelayanan pihak dapur penyedia makanan.

Ia menuturkan, sudah menyampaikan protes melalui media sosial, namun tanggapan yang diterimanya justru membuat kesal.

“Saya sudah komplain lewat medsos, tapi tanggapannya kurang sopan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menambahkan, dirinya berencana datang langsung ke dapur SPPG Kangenan bersama wali murid lain untuk menyampaikan keberatan secara langsung.

“Saya mau komplain di depan pemiliknya. Sudah mangkel, soalnya pas dikritik malah jawabnya sok iya. Masak anggaran dari pemerintah dikritik begitu aja,” kesalnya.

Sebelumnya, seorang guru yang enggan disebutkan namanya juga menyoroti kualitas makanan yang diterima siswa.

Menurutnya, porsi MBG sangat minim dan menunya monoton, sehingga tidak menarik bagi anak-anak.

“Saya sempat kirim foto makanannya ke akun media sosial SPPG Kangenan, tapi malah diblokir. Sepertinya mereka tidak mau menerima kritik,” katanya, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan, banyak wali murid yang juga mengeluhkan hal serupa. Anak-anak kerap kehilangan selera makan karena menu yang disajikan tidak bervariasi, bahkan sering kali tersisa dalam jumlah banyak.

“Banyak anak malas makan. Kata orang tua murid juga, makanan dari dapur sekolah sering tidak habis karena tidak menarik,” ungkapnya.

Guru tersebut berharap pihak pengelola dapur dapat memperbaiki manajemen penyajian, baik dari segi variasi menu maupun kecukupan porsi, agar sesuai dengan kebutuhan gizi dan dana yang dialokasikan pemerintah.

“Menu perlu lebih bervariasi supaya anak-anak semangat makan. Porsi juga jangan dikurangi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kangenan, Ifan Jailani, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa menu yang beredar memang berasal dari dapurnya. Namun, ia menduga foto yang viral merupakan menu lama.

“Kayaknya itu menu beberapa hari lalu, dan baru muncul sekarang. Togenya juga sepertinya tidak seperti di gambar,” jelasnya.

Ifan mengklaim bahwa hingga saat ini belum ada keluhan resmi dari sekolah-sekolah binaan SPPG Kangenan.

“Di grup sekolah binaan kami tidak ada komplain sampai sekarang,” pungkasnya. (*)