OPINI-Bisnis keluarga menjadi pilar utama perekonomian Indonesia, namun banyak yang tidak bertahan saat pergantian generasi. Penyebab paling sering adalah niat untuk melanjutkan usaha tidak diwujudkan dalam rencana yang jelas dan terstruktur.

Penelitian terbaru dari Universitas Ciputra Surabaya mengungkap kunci suksesnya: hubungan yang harmonis antara CEO keluarga dan calon penerus. Hubungan ini tidak hanya mendorong perencanaan suksesi yang formal, tetapi juga memperkuat niat agar benar-benar terealisasi.

Penelitian yang melibatkan 200 anggota komunitas bisnis keluarga di Surabaya ini memberikan harapan baru bagi UMKM keluarga yang masih mengandalkan pengaturan informal.

Penelitian Ungkap Kunci Suksesi

Tim peneliti Humaidatul Faiqoh Putri Abdillah dan Metta Padmalia melibatkan responden yang aktif dalam operasional bisnis keluarga, termasuk generasi penerus. Melalui kuesioner online, mereka menguji bagaimana niat suksesi dapat diubah menjadi rencana konkret seperti daftar calon penerus, kriteria penilaian, dan dokumen tertulis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara CEO dan penerus – yang mencakup kepercayaan, saling mendukung, rasa hormat, dan kerja sama – memiliki peran penting. Hubungan yang baik ini mendorong perencanaan suksesi secara langsung sekaligus memperkuat dampak dari niat suksesi.

Sebagian besar responden sangat setuju bahwa keluarga mereka berkeinginan mempertahankan bisnis dalam jangka panjang dan penerus memiliki hubungan erat dengan CEO keluarga.

Mengapa Penting bagi Indonesia?

Lebih dari 95% perusahaan di Indonesia adalah bisnis keluarga yang menyumbang separuh PDB nasional dan hampir seluruh lapangan kerja. Sayangnya, hanya sedikit yang bertahan hingga generasi ketiga karena masalah suksesi seperti struktur organisasi lemah, kesiapan penerus kurang, dan komunikasi antar generasi buruk.

Budaya kolektivis masyarakat Indonesia menjadikan hubungan antar generasi sangat menentukan. Penelitian ini menggunakan teori socioemotional wealth untuk menjelaskan bahwa keberhasilan suksesi memerlukan pemeliharaan warisan emosional melalui hubungan yang kuat.

5 Langkah Praktis untuk Suksesi yang Sukses
Berikut langkah konkret dari penelitian untuk mengubah niat menjadi rencana yang solid:

1. Pertemuan Rutin CEO dan Penerus

Adakan diskusi strategi selama 30 menit setiap bulan untuk membangun kepercayaan melalui kolaborasi intensif.

2. Rencana Suksesi Tertulis

Susun bersama roadmap suksesi dalam waktu 6 bulan yang mencakup jadwal, kriteria penerus, dan pembagian peran yang jelas.

3. Evaluasi Hubungan Secara Berkala

Tanyakan secara rutin apakah komunikasi berjalan lancar dan saling menghormati untuk mencegah konflik terselubung.

4. Libatkan Penerus Sejak Dini
Berikan akses terhadap pengambilan keputusan strategis agar penerus siap mengambil alih.

5. Dokumentasikan Semua Hal Penting

Tulis visi bisnis keluarga, deskripsi jabatan kepemimpinan, dan sampaikan kepada karyawan kunci.

Peneliti menegaskan bahwa hubungan yang baik antara CEO keluarga dan penerus menjadi pondasi penting dalam suksesi bisnis keluarga.
Langkah-langkah ini berlaku untuk semua jenis bisnis, baik UMKM maupun perusahaan besar. Jangan tunggu terjadi krisis, mulailah membangun harmoni keluarga sekarang juga.

Penulis: Humaidatul Faiqoh Putri Abdillah dan Metta Padmalia,Institusi: IBM RC – Universitas Ciputra Surabaya

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak termasuk tanggung jawab Dinamika Pos.

Rubrik opini di Dinamika Pos terbuka untuk umum. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata.

Artikel dikirim ke email @Redaksidinamikapos.com