SUMENEP,korantimes.com– Komitmen memperkuat literasi keuangan generasi muda kembali ditegaskan BPRS Bhakti Sumekar (BBS). Melalui seminar bertajuk Optimalisasi Penggunaan BBS Sekolah dengan tema Dari Uang Saku Menuju Sukses di Masa Depan, bank milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menunjukkan peran nyata dalam membangun budaya menabung sejak dini.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa gerakan menabung melalui aplikasi BBS Sekolah bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari transformasi digital yang terarah dan berkelanjutan.
“Transformasi digital ini kami hadirkan untuk memudahkan masyarakat, termasuk para pelajar. Kami ingin anak-anak belajar mengelola uang sejak dini dengan cara yang modern dan praktis,” ujarnya.
Inovasi BBS Sekolah kini hadir dengan konsep lebih fleksibel dan adaptif. Melalui sistem keagenan, sekolah diberdayakan sebagai admin, sehingga proses menabung menjadi lebih terintegrasi, mudah diawasi, dan mendekatkan layanan perbankan langsung ke lingkungan pendidikan.
Program ini menyasar pelajar tingkat SD dan SMP. Pada 2025, sekitar 20 lembaga pendidikan telah mengimplementasikan BBS Sekolah. Tahun ini, targetnya semakin ambisius: tiga sekolah di setiap kecamatan.
“Target konsolidasi tahun 2026 sebanyak 90 sekolah di Kabupaten Sumenep. Kami optimistis ini bisa tercapai,” tegas Hairil.
Langkah progresif ini dinilai sebagai bukti keseriusan BPRS Bhakti Sumekar dalam menghadirkan layanan inklusif bagi masyarakat. Tidak hanya fokus pada pelajar, BBS juga rutin melakukan sosialisasi ke desa-desa, pendampingan pelaku usaha mikro, hingga pengembangan platform digital yang ramah pengguna.
Strategi tersebut dinilai efektif memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok yang sebelumnya sulit dijangkau lembaga keuangan konvensional.
“Kami ingin warga Sumenep tidak hanya menjadi penonton dalam ekonomi digital, tetapi mampu menjadi pemain utama,” tandasnya.
