JAKARTA,– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Mahasantri Indonesia (DPP MAHASANTRI) Periode 2025-2030 melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden. Rabu, (25/2/2026).

Dalam pertemuan membahas penguatan program kebangsaan dan peran strategis generasi muda dalam menjaga persatuan nasional.

Moh Khairi, Ketua Umum DPP Mahasantri, menyampaikan komitmennya di hadapan Wakil Presiden untuk terus mendukung program-program Pemerintah Prabowo-Gibran yang positif untuk masyarakat. Serta berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat wawasan kebangsaan. Juga mendorong partisipasi aktif Mahasantri (mahasiswa-santri) dalam pembangunan nasional.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa program kebangsaan harus menyasar generasi muda dan santri secara langsung melalui pendidikan karakter, literasi digital, serta penguatan moderasi beragama. Ada 13 rekomendasi program yang diusulkan ke Wakil Presiden.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa-santri dan pemuda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap NKRI, Pancasila, dan persatuan bangsa. Sinergi dengan pemerintah, menjadi langkah strategis dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Khairi.

Khairi, juga mengusulkan pelatihan digital talent bagi santri pesantren meliputi Artificial Intelligence (AI), coding, dan digital marketing.

“Kami ingin santri tidak tertinggal dalam era digital. Pelatihan AI, coding, dan digital marketing harus menjadi program nyata agar santri mampu bersaing secara global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tegas Khairi Alumni Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Madura ini.

Selain itu, Khairi menegaskan bahwa pesantren memiliki peran sentral dalam menjaga moral dan stabilitas bangsa.

“Kami mendorong beasiswa untuk santri agar dioptimalkan serta dana abadi pesantren benar-benar terealisasi dan menyentuh pesantren di daerah, khususnya pesantren kecil itu sangat perlu perhatian khusus terutama dalam hal pembangunan. Pesantren adalah benteng moral bangsa, sehingga perlu dukungan konkret dari negara,” ujarnya.

Pun, Khairi menyatakan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi, peningkatan kepemimpinan serta menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Selain itu, kami mendorong kolaborasi dalam program pemberdayaan pemuda berbasis pesantren, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan generasi muda di berbagai daerah, termasuk pemberantasan narkoba,”Tambah Khairi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden sangat senang dan akan terus mendukung program-program DPP MAHASANTRI yang dipresentasikan. Wapres berharap agar santri dapat berperan aktif dan siap menjadi mitra strategis pemerintah yang siap ditugaskan ke daerah-daerah.