SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan keberpihakannya pada pendidikan keagamaan dengan menyalurkan tunjangan kepada 1.225 guru ngaji, baik di wilayah daratan maupun kepulauan. Setiap guru ngaji memperoleh tunjangan sebesar Rp1.200.000, yang dapat dicairkan mulai Senin mendatang melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar.
Penyaluran ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Sumenep tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perhatian penuh pada penguatan moral dan karakter generasi muda.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa program tunjangan ini merupakan komitmen tegas pemerintah dalam menghargai dedikasi para guru ngaji yang telah lama mengabdikan diri tanpa pamrih di berbagai penjuru daerah.
“Bagi kami bukan besarannya, tetapi pemerintah hadir,” tegas Bupati, menekankan bahwa perhatian terhadap guru ngaji memiliki nilai filosofis yang jauh lebih besar daripada nominal bantuan itu sendiri.
Bupati Fauzi juga memastikan bahwa guru ngaji di wilayah kepulauan—yang sering menghadapi akses terbatas—tetap mendapatkan porsi dan perhatian yang sama. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa Pemkab Sumenep berupaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke daerah paling terpencil.
Data pemerintah mencatat, pada tahun anggaran 2024, Pemkab mengalokasikan tunjangan untuk 2.000 guru ngaji dengan nilai yang sama. Program tahun ini kembali dilanjutkan secara bertahap karena jumlah guru ngaji di Sumenep mencapai lebih dari delapan ribu orang.
“Guru ngaji ini yang mengunduh generasi muda kita. Jadi pemerintah wajib memberi perhatian,” ujar Bupati.
Pemkab Sumenep memandang peran guru ngaji sebagai ujung tombak dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda. Dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, guru ngaji menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan berkualitas.
Melalui program tunjangan ini, pemerintah berharap semangat para guru ngaji tetap terjaga, terutama mereka yang mengajar di pelosok, perbatasan, hingga pulau-pulau kecil dengan kondisi geografis yang tidak mudah.
Bupati Fauzi menegaskan bahwa program ini tidak hanya akan dilanjutkan, tetapi diperkuat ke depannya.
“Program seperti ini akan terus kita lakukan, karena pemerintah harus hadir dan memastikan guru ngaji mendapatkan perhatian yang layak,” pungkasnya.
