Pamekasan, DINAMIKAPOS — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bujur Timur 2, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, menuai keluhan dari penerima manfaat.

Menu makanan yang dibagikan kepada siswa setiap hari disebut tidak layak konsumsi, sehingga sering tidak dimakan dan berakhir menjadi pakan ternak.

Kualitas makanan dinilai buruk, menu MBG di salah satu sekolah di Pamekasan disebut hendak dikasih hewan ternak.Salah seorang guru yang enggan disebut namanya mengatakan kualitas nasi dan sayur yang disediakan kerap mengecewakan. Ia menyebut nasi sering masih keras dan terasa seperti belum matang.

“Nasinya kayak tidak matang, sayurnya dikasih ke sapi karena rasanya hambar,” ujarnya. Kamis, (4/11/25).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi hampir setiap hari. Siswa enggan menyantap makanan yang dibagikan, sehingga makan tersebut terpaksa diberikan kepada hewan ternak agar tidak terbuang sia-sia.

“Setiap hari menu yang diedarkan tidak dimakan oleh siswa, terpaksa dikasih makan ternak,” tambahnya.

Program MBG merupakan salah satu program unggulan presiden untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan petani lokal.

Di sekolah-sekolah, program ini diharapkan membantu pemenuhan gizi anak sekaligus mengurangi beban orang tua dalam menyediakan bekal bergizi.

Namun pelaksanaan program di SDN Bujur Timur 2 dinilai belum optimal. Informasi yang dihimpun menyebut menu makanan sering tidak bervariasi dan minim rasa. Belum ada pengawasan ketat terhadap kualitas bahan dan proses pengolahan makanan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.

Guru tersebut berharap ada evaluasi segera dari pemerintah daerah dan pengelola program. Ia menilai penyedia makanan harus memahami selera anak usia sekolah, seperti pemilihan bumbu, kualitas bahan, dan cara memasak.

“Berarti ada yang salah. Ini bukan sekadar bagi makanan, tapi memastikan anak mau makan,” pungkasnya