Pamekasan, DINAMIKAPOS – Keberhasilan Valen DA7 menembus babak puncak ajang bergengsi ini menjadi bukti bahwa daerah memiliki talenta luar biasa yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dukungan penuh juga datang dari Sanggar Seni Makan Ati Pamekasan, tidak tanggung – tanggung sanggar tersebut langsung berangkat ke studio Indosiar pada hari Selasa, 23/12/2025, atas permintaan langsung keluarga valen, dan di dampingi langsung oleh pembinanya Marsiono. Marsiono mengatakan bahwa Sangar makan berangkat langsung ke studio Indosiar atas permintaan bapak dari Valen.

” Keberangkatan Sanggar Seni Makan ini atas permintaan langsung dari keluarga Valen, orang tua Valen menghubungi saya untuk membantu Valen menampilkan kesenian Khas Madura Pamekasan di Gran final nanti ” ungkap pembina sanggar Makan Ati, Marsiono.

Marsiono juga menambahkan bahwa keberangkatan Sanggar Makan Ati sudah kedua kalinya dan tetap akan berkolaborasi dengan kelompok musik Daul Sekar Kedaton seperti awal pertama berangkat ke studio Indosiar .

” Kami sudah kedua kalinya berangkat ke studio Indosiar ini dan dengan komitmen awal bahwa kami akan tetap berkolaborasi dengan kelompok musik Daul Sekar Kedaton untuk mensukseskan penampilan Valen di malam Puncak Gran final ” . Ungkap Yono sapaan akrabnya.

Selain itu, penampilan Valen yang berkolaborasi dengan sanggar Makan Ati dan Sekar Kedaton menjadi pusat perhatian dari budayawan Nasional Sujiwo Tejo, beliau melihat bahwa penampilan Valen yang menaiki Kereta Sekar kedaton di nilai tidak hanya sekedar pertunjukan saja, akan tetapi sebagai perkenalan identitas lewat kesenian musik Madura ul daul .

“Orang Madura itu tidak banyak bicara, tapi sekali melangkah, langkahnya mantap, Ul daul adalah simbol keberanian untuk tampil apa adanya, tanpa topeng, tanpa takut dinilai. Ketika tradisi Madura berdiri di depan Studio 5 Indosiar, ia melihat bukan sekadar pertunjukan, melainkan pernyataan identitas: bahwa keberanian budaya lokal mampu sejajar, bahkan bersinar, di tengah gemerlap industri hiburan nasional ” . Menurut Mbah Tejo, sapaan akrabnya.

Marsiono juga menambahkan, alasan kenapa mengajak kelompok musik Daul Sekar Kedaton untuk tampil di studio Indonesia, karena dari sekian banyak kelompok musik Daul yang ada di Pamekasan, sekar kedatonlah yang mewakili kesenian khas Pamekasan secara visual dekorasi, yaitu ada sosok penari topeng getta’ di depan kereta tersebut.

” Dari sekian banyak kelompok musik Daul di Pamekasan, saya melihat hanya sekar Kedaton yang mempunyai ciri khas khusus untuk mewakili kesenian khas Pamekasan, di depan dekor tersebut terdapat visual dekor penari topeng getta’ , dimana tari topeng tersebut adalah asli kesenian Pamekasan, maka diri itu dari sekian banyak kelompok musik Daul terpilihlah sekar Kedaton ” . Ungkap marsiono selaku pembina sanggar Makan Ati Pamekasan.