PAMEKASAN, DinamikaPos – Sajian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alhumaidy, Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, menuai sorotan dari sejumlah pihak. Menu yang disajikan pada Sabtu (24/1/2026) dinilai sebagian orang tua siswa masih kurang layak.
Berdasarkan laporan wali murid yang tidak bersedia di sebutkan namanya, menu yang dibagikan dalam kemasan ompreng berisi nasi, empat butir bakso, tempe, sedikit sayur, serta empat buah kelengkeng.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menilai porsi tersebut belum sesuai dengan standar gizi yang diharapkan, terlebih jika mengacu pada anggaran per porsi.
“Anggaran per porsi yang ditetapkan BGN Rp10.000. Namun menu yang disajikan menurut kami nilainya berkisar Rp5.000–Rp7.000, sehingga belum memenuhi standar menu yang sudah di tentukan,” ujarnya.
Ia berharap program unggulan prioritas pemerintah tersebut dapat dijalankan secara maksimal dan sesuai dengan apa yang di tentukan.
“Kami berharap pihak terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini demi kebaikan siswa,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan salah satu pengelola lembaga pendidikan di wilayah setempat yang juga enggan disebut namanya. Ia menyebut sebagian siswa kurang berminat terhadap menu yang disajikan.
“Ada siswa yang antusias sampai tidak sarapan dari rumah, tetapi menu yang diterima dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan gizi anak,” katanya.
Sementara itu, mitra SPPG Yayasan Alhumaidy Desa Blaban, Achmad Baidlawi, membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan menu yang disediakan telah mengikuti ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Menu MBG yang disajikan sudah sesuai standar dan memenuhi kebutuhan gizi siswa. Jika ada yang kurang berkenan, mungkin itu soal selera,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Pelaksanaannya di berbagai daerah terus dipantau untuk memastikan kualitas dan manfaatnya bagi peserta didik.
