Pamekasan, Dinamika Pos — Skandal dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Pamekasan kian membara. Gerakan Aktivis dan Mahasiswa Jawa Timur (GAM Jatim) menyatakan sikap tegas: turun ke jalan pada 3 Agustus 2026 di depan Kantor Pemerintah Daerah Pamekasan.
Aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan peringatan keras terhadap pemerintah daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum yang dinilai lamban, bahkan terkesan membiarkan praktik kotor ini terus berlangsung.
GAM Jatim mencium adanya indikasi kuat praktik mafia BBM subsidi yang terorganisir, dengan dugaan keterlibatan oknum dalam rantai distribusi, mulai dari penerbitan rekomendasi hingga distribusi di lapangan. Lemahnya pengawasan DPRD serta OPD terkait dinilai menjadi pintu masuk suburnya penyimpangan.
Fakta di lapangan semakin mempertegas situasi darurat, penangkapan pelaku penimbunan BBM subsidi pada April dan Mei 2026 menjadi bukti bahwa ini bukan lagi persoalan teknis, melainkan kejahatan serius yang merampas hak rakyat kecil.
Ironisnya, di tengah jeritan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi, justru muncul dugaan permainan kotor yang menguntungkan segelintir pihak.
Dalam aksi 3 Agustus mendatang, GAM Jatim mengajukan tuntutan keras:
Menghadirkan seluruh OPD terkait secara terbuka dan tanpa sandiwara.
Mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum SPBU dan pejabat daerah.
Membongkar rantai distribusi BBM subsidi yang diduga sarat permainan.
Menindak tegas pelaku tanpa tebang pilih, siapapun itu.
Koordinator GAM Jatim, Junaidi, menegaskan bahwa praktik ini adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap rakyat.
“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini perampokan hak rakyat kecil. BBM subsidi dijarah oleh oknum rakus, sementara negara seperti kalah oleh mafia. Jika dibiarkan, ini adalah kejahatan yang dilegalkan oleh pembiaran,” tegasnya.
Junaidi juga menyentil keras DPRD Pamekasan yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan.
“Audiensi gagal, pengawasan mandul, dan rakyat terus jadi korban. Kalau DPRD tetap diam, maka patut dipertanyakan: sedang membela rakyat atau justru melindungi permainan ini?” ujarnya tajam.
Ia memastikan, aksi 3 Agustus akan menjadi titik awal gelombang perlawanan yang lebih besar.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Jika aparat tetap lamban, kami siap membawa kasus ini ke level provinsi hingga nasional. Mafia BBM subsidi harus dibongkar, tanpa kompromi,” tegasnya.
GAM Jatim menegaskan bahwa aksi akan berlangsung damai, namun dengan tekanan kuat dan konsisten. Gerakan ini diprediksi melibatkan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil se-Madura.
