PAMEKASAN, DINAMIKAPOS — Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh Dapur As-Salman, Desa Dhurbuk Pademawu, kembali menjadi sorotan publik. Menu yang terdiri dari nasi putih, lauk sederhana, sayur bening, serta buah dinilai tidak mencerminkan standar gizi yang layak, sehingga memunculkan dugaan adanya pemotongan anggaran dalam pelaksanaannya. Kamis (6/8/2026)

Sejumlah pihak menilai, sebagai program unggulan pemerintah dengan alokasi anggaran besar, kualitas makanan yang disajikan seharusnya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Junaidi, aktivis GAM Jatim, turut angkat bicara terkait polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dikompromikan oleh praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Program ini adalah program unggulan dengan anggaran besar. Jangan sampai di lapangan masih terjadi pemotongan anggaran yang pada akhirnya merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat,” tegasnya.

Menurutnya, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tujuan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

Kritik juga datang dari masyarakat yang menilai porsi dan kualitas menu jauh dari standar makanan bergizi seimbang. Mereka mendesak adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran program MBG, khususnya di tingkat dapur pelaksana.

Selain itu, aktivis dan masyarakat meminta instansi terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam distribusi anggaran.

Audit terbuka terhadap anggaran Dapur As-Salman, evaluasi menyeluruh program MBG, tindakan tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait, agar program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tidak disalahgunakan.