PAMEKASAN, DINAMIKA POS.COM -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan menganggarkan belanja bahan-bahan kimia untuk mendukung operasional laboratorium lingkungan. Dari total anggaran sebesar Rp180.000.000 hingga saat ini sudah terserap sekitar 50 persen.
Pengendalian, Perencanaan, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPKLH & PKLH) DLH Pamekasan Farhatin Syaifillah mengatakan, bahwa realisasi anggaran tahun ini sudah berjalan sesuai perencanaan, meski masih ada beberapa item yang dalam proses pengadaan.
Adapun rincian belanja bahan kimia tersebut antara lain:
– Belanja bahan: Rp31.582.600
– Belanja bahan lainnya/CRM: Rp22.093.630
– Belanja alat laboratorium: Rp30.086.500
– Kalibrasi alat: Rp29.830.000
– Pemeliharaan/maintenance: Rp21.920.000
– Bimtek sampling BNSP: Rp24.000.000
– Sisa anggaran dialokasikan untuk ATK, kerja sama limbah B3 dan limbah domestik, serta mamin.
Selanjutnya, ia menyampaikan meski ada perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran(DPA) nilai dari Rp 177 Juta menjadi Rp180 juta realisasi belanja tetap berjalan sesuai kebutuhan laboratorium.
Saat ini, kata Farhatin Syaifillah, penyerapan anggaran untuk belanja bahan, kalibrasi, dan pemeliharaan masih dalam proses. DLH menegaskan tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan program, hanya menunggu proses teknis yang sedang berjalan.
Salah satunya untuk pemeliharaan alat laboratorium, DLH masih menunggu kenaikan daya listrik. Hal ini dilakukan agar data pengujian tidak rusak dan alat-alat lab tidak mengalami kerusakan berulang.
“Untuk pemeliharaan, kita menunggu daya listriknya dinaikkan. Kalau tidak dinaikkan, datanya bisa rusak lagi dan alat-alat lab juga akan terdampak. Jadi kita menunggu proses itu selesai,” tukasnya.
Terpisah, Aktivis Forum Kajian Kebijakan Publik (FKKP) Pamekasan menilai ada persoalan serius dalam perencanaan DLH.
“Ini aneh. Anggaran untuk kebutuhan laboratorium yang sifatnya vital untuk uji lingkungan kok baru terserap 50 persen di akhir tahun. Kalau alasannya menunggu kenaikan daya listrik untuk pemeliharaan alat, pertanyaannya perencanaan dari awal seperti apa? Seharusnya kenaikan daya itu sudah dipikirkan sejak penyusunan DPA, bukan di ujung tahun baru keteteran,” katanya.
