Sampang, DinamikaPos– Kelompok Kerja Guru (KKG) “Lumba-lumba” Wilayah Kerja 2 Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, menggelar Pelatihan Penguatan Digitalisasi Pembelajaran Numerasi yang Menyenangkan Tahun 2026.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis digital.
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, khususnya penguatan numerasi yang dikemas secara interaktif, kreatif, dan menyenangkan di dalam kelas.
Ketua K3S Camplong, Fadlan, M.Pd, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan saat ini.
“Digitalisasi bukan lagi tren masa depan, tetapi kebutuhan hari ini. Teknologi di ruang kelas bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu untuk memperkuat efektivitas pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu perangkat yang mulai diterapkan di sekolah adalah Interactive Flat Panel (IFP). Perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai pengganti papan tulis konvensional, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menarik bagi siswa.
Namun demikian, Fadlan menekankan bahwa keberadaan teknologi tidak akan berdampak maksimal tanpa didukung kompetensi guru yang memadai. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk guru kelas 1, 2, dan 3 berlangsung pada 22–24 Juni 2026, sedangkan tahap kedua untuk kelas 4, 5, dan 6 dijadwalkan pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Dari unsur pengawas dan K3S, Bambang Wimbo Hapsoro, S.Pd., M.Si, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara peningkatan kompetensi guru dengan sarana prasarana yang telah disediakan pemerintah, termasuk perangkat teknologi di sekolah.
Ia menyampaikan bahwa beberapa sekolah telah menerima bantuan seperti akses internet, dan ke depan akan mendapatkan tambahan fasilitas berupa laptop guna mendukung pembelajaran digital.
“Dengan sarana yang sudah tersedia, guru harus mampu mengoptimalkannya untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada siswa,” tegasnya.
Bambang juga mengingatkan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Madura, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman konsep numerasi yang benar oleh guru. Ia menilai masih terdapat sejumlah miskonsepsi yang berpotensi memengaruhi pemahaman siswa dalam belajar matematika.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu guru mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan konsep numerasi. Guru tidak hanya mengajarkan prosedur, tetapi juga harus memahami makna di balik setiap konsep matematika,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti Interactive Flat Panel, aplikasi pembelajaran interaktif, serta media digital lainnya dapat membantu memvisualisasikan konsep numerasi yang abstrak sehingga lebih mudah dipahami siswa.
Sebagai tindak lanjut, FKIP Universitas Madura akan terus melakukan pendampingan kepada sekolah mitra melalui program sekolah binaan yang berfokus pada penguatan numerasi, peningkatan kompetensi guru, serta transformasi digital pembelajaran secara berkelanjutan.
