Pamekasan, DINAMIKA POS.COM – Dentuman khas Musik Daul yang selama puluhan tahun menghidupkan malam-malam di Pamekasan kini tidak lagi sekadar menjadi bunyi kesenian rakyat. Musik yang lahir, tumbuh, dan bertahan bersama masyarakat Madura itu akhirnya mendapat pengakuan resmi dari negara.

Musik Daul asal Kabupaten Pamekasan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan pada 4 September 2026.

Penetapan tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan kebudayaan Pamekasan. Setelah puluhan tahun hidup melalui tangan para seniman dan komunitas, Musik Daul kini tercatat sebagai salah satu kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengatakan pengakuan tersebut bukan sesuatu yang diperoleh secara tiba-tiba.

Untuk mendapatkan status Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Musik Daul harus melalui proses panjang. Mulai dari pengajuan, pendampingan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, penilaian daring, pembinaan, seleksi tingkat provinsi, hingga akhirnya diputuskan melalui sidang penetapan di Jakarta.

“Untuk meraih pengakuan Musik Daul ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tentu sebelumnya sudah melalui tahapan atau proses, tidak ujug-ujug,” ujar Basri, Selasa, (8/09/2026)

Pengakuan negara tersebut tidak lepas dari sejarah panjang Musik Daul yang telah berkembang lebih dari 50 tahun. Kesenian ini memiliki karakteristik tersendiri, baik dari alat musik, irama, maupun cara pertunjukannya. Namun, kekuatan terbesar Musik Daul bukan hanya terletak pada bunyinya.

Musik Daul bertahan karena ada manusia-manusia yang terus memainkannya. Ada seniman yang merawatnya, ada kelompok yang mempertahankannya, dan ada masyarakat yang menjadikannya bagian dari identitas budaya.

Eksistensi Musik Daul Pamekasan bahkan telah melampaui batas daerah. Kesenian tersebut telah tampil dalam sejumlah kegiatan di luar Madura, termasuk dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 29 Agustus 2026.

Basri mengatakan, setelah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, pekerjaan besar justru dimulai.

Status tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi penghargaan yang dibanggakan dalam seremoni. Musik Daul harus terus dimainkan, dikembangkan dan diwariskan.

“Sekarang tinggal komitmen bersama, tidak hanya Pemkab. Para seniman Musik Daul juga bisa mempertahankan dan mengembangkan Musik Daul ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga mendorong agar Musik Daul semakin dekat dengan generasi muda, termasuk melalui dunia pendidikan. Salah satu gagasan yang didorong adalah pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM Musik Daul di perguruan tinggi.

Upaya pelestarian sebelumnya juga telah dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya Festival Musik Daul 2025.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Siti Fatimah, mengatakan sosialisasi terus dilakukan untuk memperkuat pakem dan karakteristik Musik Daul Pamekasan.

Pembinaan terhadap para pegiat budaya dan masyarakat luas juga akan terus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi kebanggaan besar bagi Pamekasan. Namun, pengakuan tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab.

Sebab sebuah kebudayaan tidak akan hidup hanya karena telah mendapatkan sertifikat dan pengakuan negara.

Warisan budaya akan tetap hidup jika terus dimainkan. Akan tetap bernyawa jika diwariskan. Dan akan tetap menjadi identitas jika generasi mudanya merasa memiliki.

Kini, setelah negara mengakui Musik Daul sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia, pertanyaan terpentingnya bukan lagi apakah Musik Daul layak dilestarikan.

Pertanyaan sebenarnya adalah, mampukah Pamekasan menjaga warisan itu agar tidak hanya tercatat dalam dokumen negara, tetapi terus berdentum dalam kehidupan masyarakatnya?. Karena pada akhirnya, Musik Daul bukan sekadar musik. Ia adalah bunyi identitas, ingatan, dan kebanggaan Pamekasa