BOGOR, DINAMIKAPOS – Perubahan pola konsumsi energi di sektor industri mulai terlihat nyata. Industri manufaktur pendukung infrastruktur jalan kini semakin melirik gas bumi sebagai solusi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh produsen aspal, PT Varas Ratubadis Prambanan, yang mulai memanfaatkan pasokan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Area Bogor. Peralihan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri tidak lagi sekadar mengejar produksi, tetapi juga efisiensi biaya dan pengurangan emisi.

Penggunaan gas bumi dengan volume mencapai 2.500 MMBtu diproyeksikan mampu memangkas beban energi yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam produksi aspal. Selain itu, bahan bakar ini dinilai lebih stabil dibanding energi konvensional, sehingga mampu menjaga kontinuitas produksi.

Lebih jauh, langkah ini juga mencerminkan dorongan menuju praktik industri yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan infrastruktur nasional yang masif, kebutuhan aspal yang tinggi berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan jika tidak diimbangi dengan penggunaan energi yang lebih bersih.

Area Head PGN Bogor, Mula Prasetyawan Senja, menilai bahwa tren ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan bagian dari transformasi energi di sektor industri.

“Industri saat ini tidak hanya dituntut produktif, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Gas bumi menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan gas bumi mampu memberikan keseimbangan antara kebutuhan energi dan tanggung jawab lingkungan. PGN pun melihat peluang besar dari meningkatnya minat industri terhadap energi berbasis gas, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Masuknya sektor industri seperti produsen aspal ke dalam jaringan pelanggan gas bumi menjadi indikasi bahwa transisi energi mulai bergerak di level operasional, bukan sekadar wacana.

Ke depan, pola ini diprediksi akan diikuti oleh sektor industri lain di kawasan Bogor dan sekitarnya. Jika tren ini berlanjut, gas bumi berpotensi menjadi tulang punggung energi industri, sekaligus menjadi jembatan menuju target penurunan emisi nasional.

Di tengah tuntutan pembangunan yang terus meningkat, langkah efisiensi energi seperti ini menjadi krusial—bukan hanya untuk keberlanjutan bisnis, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.