SURABAYA, DINAMIKA POS — Semangat persatuan dan visi besar menyelimuti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) seiring digelarnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Wilayah III Jawa Timur. Forum strategis ini resmi menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi, mengevaluasi gerakan internal, serta menyuarakan aspirasi demi masa depan pendidikan bangsa.
Agenda akbar yang mempertemukan perwakilan Ketua dan pengurus Himpunan Mahasiswa MP, AP, dan MPI dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kemahasiswaan Unesa, Dr. Muhammad Sholeh, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Koorprodi S1 Manajemen Pendidikan Unesa.
Rangkaian acara ini juga dirangkai dengan Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional yang menghadirkan Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jatim, Dr. Mufarrihul Hasin, S.Pd.I., M.Pd.
Saat membuka acara, Direktur Kemahasiswaan Unesa, Dr. Muhammad Sholeh, menyambut hangat energi pergerakan yang dibawa oleh para delegasi mahasiswa.
“Selamat datang di Kampus Para Juara. Unesa siap berkolaborasi karena sejatinya Unesa siap bersaing dalam hal-hal kebaikan, sesuai dengan jargon kita, Unesa Satu Langkah di Depan,” ujar Dr. Muhammad Sholeh membakar semangat peserta. Dukungan penuh untuk langkah strategis IMMAPSI Jatim juga ditegaskan oleh Koorprodi S1 Manajemen Pendidikan Unesa.
Satu Tekad, Satu Tujuan: Inovatif dan Progresif
Sebagai nakhoda IMMAPSI Jatim, Faisol memanfaatkan momentum Rakorda ini untuk menyuntikkan paradigma perjuangan baru ke dalam internal organisasi. Di hadapan ratusan delegasi lintas kampus, ia menegaskan secara lantang bahwa fondasi utama IMMAPSI Jatim hari ini harus kokoh dalam satu ikatan kolaborasi yang nyata.
“Saya menegaskan dengan kuat bahwa IMMAPSI Jatim harus menjadi wadah perjuangan sejati, bukan sekadar organisasi biasa yang terjebak dalam formalitas. Kita harus memperkuat kolaborasi organisasi dalam agenda Rakorda ini untuk melahirkan satu tekad dan satu tujuan: mewujudkan IMMAPSI yang novatif dan progresif,” tegas Faisol dalam pidatonya yang visioner.
Faisol menjabarkan bahwa manifestasi dari gerakan progresif dan inovatif ini harus mengakar kuat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui tiga pilar perjuangan mahasiswa MP, AP, dan MPI:
Pembelajaran Intelektual: Membentuk kader yang kritis, adaptif, dan menguasai tata kelola pendidikan modern secara komprehensif.
Penelitian Progresif:
Menghadirkan riset dan kajian ilmiah yang tajam untuk membedah serta mengkritisi carut-marut kebijakan pendidikan nasional.
Pengabdian Inovatif:
Turun langsung ke masyarakat dengan formula dan solusi baru yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan di akar rumput.
Mengawal Eksistensi dan Aspirasi Bersama
Langkah kolaboratif dari visi Faisol ini langsung diuji dalam sesi Seminar Kebijakan Pendidikan Nasional. Bersama pakar kebijakan Dr. Mufarrihul Hasin, Faisol memimpin forum untuk menyuarakan aspirasi strategis agar mahasiswa serta lulusan MP, AP, dan MPI diposisikan sebagai konseptor utama di garda terdepan sistem pendidikan, bukan sekadar penonton regulasi.
Melalui Rakorda di Unesa ini, IMMAPSI Jawa Timur sukses meletakkan batu pijakan yang kokoh. Di bawah komando Faisol, seluruh elemen mahasiswa manajemen pendidikan se-Jawa Timur kini solid bergerak dalam satu arah yang dinamis, siap melakukan evaluasi internal secara total, dan menjadi motor penggerak utama demi kemajuan pendidikan Indonesia.
